Selasa, 06 Juli 2010

Seputar Cinta Kepada Nabi SAW

Bahwa mencintai Nabi Muhammad Rasulullah SAW adalah bagian dari iman. Barangsiapa tidak mencintai beliau, maka ia terancam siksaan Allah baik di dunia maupun di akhirat.
Buah dari cinta kepada Nabi SAW, adalah terutama merasakan manisnya iman dan akhirat kelak, ia akan beserta Nabi SAW.

Wajib mencintai Nabi SAW melebihi cinta kepada semua makhluk

    1. Wajib mencintai Rasulullah SAW melebihi cintanya kepada orang tua dan anak-anaknya. Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

      ”Demi Dzat yang jiwaku berada di genggaman-Nya; Tidak sempurna iman salah seorang antara kalian sehingga ia mencintaiku melebihi cintanya kepada orang tua dan anak-anaknya.” (HR. Bukhari).


    2. Wajib mencintai Rasulullah SAW melebihi cintanya kepada keluarga, harta dan seluruh manusia. Anas bin Malik RA mengatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

      "Tidak akan sempurna iman seorang hamba sebelum ia mencintaiku melebihi cintanya kepada keluarganya, hartanya dan seluruh manusia.” (HR. Muslim).


    3. Wajib mencintai Rasulullah SAW melebihi cintanya kepada diri sendiri. Abdullah bin Hisyam RA berkata:

      ”Kami pernah bersama Nabi SAW. Saat itu beliau memegang tangan Umar bin Khattab RA. Lalu Umar berkata kepada beliau: Wahai Rasulullah, Engkau pasti aku cintai lebih dari cintaku kepada segalanya, kecuali kepada diriku sendiri. Nabi SAW bersabda: Tidak! Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, itu tidak cukup sebelum engkau mencintaiku melebihi cintamu pada dirimu sendiri. Maka Umar pun berkata: Demi Allah, sekarang aku mencintaimu melebihi cintaku pada diriku sendiri. Maka Rasulullah SAW bersabda: Sekarang (telah sempurnalah imanmu) wahai Umar.” (HR. Bukhari).


Ancaman bagi orang yang mencintai sesuatu melebihi cintanya kepada Nabi SAW

Di dalam Al Qur’an surat At-Taubah ayat 24, Allah SWT berfirman:

    ”Katakanlah! Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluarga-keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir kerugianya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta dari jihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Allah tidak member I petunjuk kepada orang-orang fasik.”


Ayat diatas, oleh beberapa ulama besar di tafsiri sebagai berikut:
Menurut Al-Hafidz Ibnu Katsir: “Tunggulah apa yang akan menimpamu berupa bencana dan siksaan dari-Nya.”
Kata Mujahid dan Hasan Al BAshri: ”Siksaan yang pasti datang, cepat maupun lambat.”
Sedangkan menurut Al Allamah Zamahsyari: ”Ini adalah ayat yang keras, tidak ada ayat yang lebih keras darinya.”


Buah cinta kepada Nabi SAW

    1. Cinta dan mengikuti sunah beliau akan di cintai Allah dan di ampuni dosa-dosanya. Allah SWT telah berfirman dalam surat Ali Imron ayat 31:

      ”Katakanlah (wahai Muhammad): Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”


    2. Cinta kepada Nabi SAW menyebabkan seseorang dapat merasakan manisnya iman. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik dari Nabi SAW, beliau bersabda:

      ”Tiga hal, jika ada pada diri seseorang, maka ia akan memperoleh manisnya iman. Hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada lainya. Hendaknya ia tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah. Dan hendaknya ia benci kembali kepada kekufuran melebihi kebencianya untuk dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).


    3. Cinta kepada Nabi SAW, akan bersama beliau besok di akhirat.
    Anas bin Malik RA mengatakan bahwa:

      ”Seseorang datang menemui Rasulullah SAW dan bertanya: Wahai Rasulullah! Kapan akan terjadi kiamat? Beliau bersabda: Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya? Ia menjawab: Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Lalu beliau bersabda: Sesungguhnya engkau akan bersama-sama dengan orang yang kamu cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Tanda-tanda cinta kepada Nabi SAW

Di antara tanda-tanda cinta kepada Nabi SAW, adalah:

    1. Selalu ingat, membayangkan, menyebut-nyebut dan memanggil-manggil beliau Rasulullah SAW.

      ”Barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka ia akan benyak menyebut-nyebutnya.”


    2. Senantiasa berusaha untuk bertemu, beserta beliau Rasulullah SAW, zahiron wa bathinan, dunyan wa ukhron.

      ”Pengobat hati (hati rindu, cinta) adalah bertemu dengan yang di cintai.”


    3. Taat, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Rasulullah SAW.

      ”(Orang yang cinta) ia akan taat kepada yang di cintainya.”


    4. Siap, mau berkorban harta dan jiwanya demi membela Rasulullah SAW.

    5. Menghormati dan mengagungkan kebesaran dan keagungan Rasulullah SAW.

    6. Senantiasa bershalawat kepada Nabi SAW.
    Sedangkan hakikat cinta itu sendiri, adalah sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah dawuh:

      ”Hakikat cinta adalah meleburkan diri secara total tanpa sisa sedikitpun kepada dan untuk orang yang engkau cintai.” (Syarah Hikam Ibn Ibad juz: II hal. 63).


Akhirnya, marilah kita penuhi hati kita dengan kecintaan kepada Nabi SAW. Kita ekspresikan rasa cinta itu dengan memperbanyak baca shalawat kepada beliau dan nida’ Yaa Sayyidii Yaa Rasulullah.

Wallahu’alam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar